2020-11-20

Tutup Pelatihan Krisan, Petani Krisan Tomohon siap bawah Krisan Mendunia

BPTP SULAWESI UTARA
...

Jumat 20 November 2020, Pelatihan Teknologi Budidaya Krisan Berbasis Good Agriculture Practices (GAP) dan Pelatihan Kultur Jaringan Krisan Kota Tomohon ditutup.

Pelatihan yang di hadiri oleh 20 Petani ini merupakan langkah awal membawah krisan segera menghiasi dunia internasional. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Petani Krisan dengan Staf Khusus Menteri Pertanian Yesiah Eri Tamalagi, S.E yang sebelumnya gagasan itu muncul dari Kunjungan Kerja BPTP Balitbangtan Sulut di Dinas Pertanian Kota Tomohon.

Pada saat acara penutupan, Plh Staf Khusus Menteri Pertanian Gema Putra Perdana Setiawan, S.H mengatakan permohonan maaf dari Stafsus karena tidak bisa hadir secara langsung bertatap muka dengan Petani Krisan yang telah mengikuti Pelatihan selama 5 hari. Namun lewat Video Conference Staf Khusus Mentan Yesiah Eri Tamalagi, S.E hadir dan mengatakan pihaknya berterima kasih atas respon teman-teman pemerintah daerah, dinas terkait bahkan BPTP Balitbangtan Sulut yang sudah menginisiasi kegiatan ini.

“Apa yang kita lakukan kemarin dan hari ini hanya untuk membuat hari esok lebih baik, potensi kota Tomohon harus di optimalkan, petani harus maju mandiri modern, lewat sentuhan selama 5 hari semoga petani krisan menjadi lebih maju bagi Tomohon, bagi Sulut, bagi Indonesia, teruslah membuat sejarah, bersama Kementerian Pertanian kita bangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berjaya, krisan Tomohon harus mendunia menjadi salah satu produk yang diinginkan negara lain. Kementerian pertanian adalah office Boy dari petani” tegas Erick Menutup Sambutannya.

Dilanjutkan dengan sambutan Kepala Puslitbang Hortikultura sekaligus PLT Kepala BB pengkajian Dr. Ir. Muhammad Taufik Ratule, M.Si mengatakan bahwa Peran Hortikultura sangat signifikan untuk pengembangan ekonomi negara, litbang hadir sebagai dukungan inovasi untuk berbagai komoditi pertanian, terima kasih untuk Staf Khusus Menteri Pertanian Republik Indonesia karena bekerja begitu cepat ketika datang dan langsung menyelenggarakan kegiatan pelatihan ini.

Lanjut Taufik, Diharapkan setelah pelatihan ini selesai harus ada tindak lanjut jangan hanya sampai di ceremony. Perlu adanya sinergitas untuk membangun pertanian di Sulawesi Utara ini. Riset litbang akan terus di Hilirkan agar supaya inovasi anak negeri akan tetap dipakai. “Bangga karena Tomohon bisa mewakili Indonesia timur untuk komoditi krisan, semoga sampai pada ekspor” ungkap Taufik saat menutup sambutannya.

Disisi lain Petani Krisan Bapak Piet Pungus mengatakan mewakili seluruh petani krisan menyampaikan Terima Kasih untuk Staf Khusus Mentan Yesiah Eri Tamalagi, S.E atas perhatian bagi petani krisan Kota Tomohon, juga menyampaikan Terima Kasih untuk pemateri yang tidak henti-hentinya memberi pengetahuan wawasan bagi para petani, pada kesempatan itu juga Piet mengatakan permohonan bantuan pengiriman bibit yang sering menjadi kendala yang dihadapi petani karena mata rantai pengiriman sangat panjang sehingga memungkinkan kerusakan yang besar. Akhir Kesan dan Pesan Piet mengatakan Ilmu yang didapatkan sangat membantu dan membuka wawasan para petani maka dari itu kiranya Petani Tomohon akan terus mendapat bimbingan sampai menuju di pintu internasional.

Sebelum menutup kegiatan Sekda Kota Tomohon mengatakan segala sesuatu berasal dari gagasan maka dari itu mewakili Pemerintah Daerah Kota Tomohon berterima kasih untuk respon Kementerian Pertanian mulai dari Staf Khusus Mentan, Balithi, BPTP Sulut bahkan semua yang terlibat memberi gagasan untuk kemajuan Krisan Kota Tomohon.

“Kolaborasi penting sebagai langkah awal, Kontinuitas harus berlangsung sampai pada target ekspor kita lakukan 5m yaitu main, money, material, method, machine yang merupakan kolaborasi dari pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah Daerah Tomohon akan memacu eksportir krisan. Namun tentunya Kami tetap meminta dukungan dan pendampingan dari pemerintah pusat untuk mengawal keberhasilan program ini. Acara ini sebagai fondasi perletakan batu pertama menuju kesuksesan” tegas Sekda sambil mengakhiri Kegiatan Pelatihan Krisan di Kota Tomohon.

#pertanianmajumandirimodern

Sub Sektor : Lain-Lain
Komoditas : Lain-Lain
Teknologi yang Digunakan :