2020-11-09

Wagub Sulut "Tolong Anggaran Pertanian Minahasa Jangan Dipotong!"

BPTP SULAWESI UTARA
...

Remboken, 11 September 2020.---Sektor Pertanian di Kabupaten Minahasa, terus mengalami peningkatan.Terlihat, saat ini Panen Raya Benih Jagung Hibrida Varietas JH-37 berbasis Korporasi Petani di Desa Leleko Kecamatan Remboken yang langsung dihadiri oleh Dirjen Perbenihan Kementerian Pertanian Dr.Ir. M.Takdir Mulyadi.

Gubernur Sulawesi Utara melalui Wakilnya Steven Kandow, apresiasi Kementerian Pertanian yang terus mengarahkan programnya sampai dilaksanakan banyak di Sulawesi Utara. Wakil Gubernur Steven Kandow, sembari mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, “anggaran pertanian jangan dikurangi apalagi dipotong-potong. Kalau dipotong, kita sama saja gali kubur sendiri. Minahasa harus focus di pertanian. Sampaikan ke Bupati. Jangan dipotong-potong anggaran pertanian”, tutur Steven diaminkan Bupati Minahasa melalui Sekretaris Kabupaten Minahasa Frits Muntu.

Ditempat yang sama, Muhamad Azrai yang adalah Dr. ahli dan inventor Jagung dari Badan LItbang Pertanian (Balitbang) Kementerian Pertanian (Kemtan), bahwa saat ini Sulawesi Utara (Sulut) masuk nomor dua di Indonesia produktivitas benih jagung. “Benih Jagung Lo”, tegas Azrai. Produksi benih Hibrida, tidak sama dengan produksi jagung seperti biasa dilakukan petani. Karena produksi benih ada perlakuan khusus yang harus dipatuhi petani. Dan dalam kegiatan ini, tentunya kita bermitra dengan produsen benih seperti PT.Twen. Harapannya setelah korporasi petani terbentuk, petani akan secara mandiri hasilkan benih Jagung Hibrida.

Di Sulawesi Utara, masih menurut Azrai, produktivitas paling banyak itu di Minahasa. Pada tahun ini (2020) ada 150 hektar. Kita berharap, setelah Covid-19 jagung Minahasa ini bisa segera ekspor keluar negeri. Dengan demikian, secara utuh Sulut bakal menjadi sentra benih jagung produk anak bangsa untuk Indonesia Timur (Intim). “Juga dapat diperhitungkan di kanca Internasional” tutup Azrai.

Ditempat yang sama, Steivie Karouw, saat dihubungi menjelaskan: "sebagai sumber inovasi teknologi spesifik lokasi di Sulawesi Utara, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan di Sulawesi Utara, terus berkomunikasi untuk mendampingi teknologi perbenihan ini. Bersama Dinas Pertanian Provinsi dan gardanya kita berharap agar program korporasi ini menjadi pengungkit pembangunan pertanian di Sulawesi Utara", tutur Kepala BPTP di lokasi kegiatan panen.

Masih menurut Karouw, kegiatan ini bersama Balit Serealia di Maros, kita sudah memulai sejak lima tahun yang lalu. Diawali dengan kegiatan uji adaptasi sistim produksi benih di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Pandu. Dan terus dihilirkan dibeberapa tempat seperti di daerah Minahasa, Bolmong dan Minahasa Utara. Para petani pelaksana begitu antusias dan cepat mengadopsi inovasi produksi benih jagung hibrida, tutup Karouw.

Ditempat yang sama, Maikel Lumentut selaku penangkar benih Jagung Hibrida Vareitas JH-37, mengungkapkan pihaknya apresiasi Kementan yang mempercayakannya untuk memperbanyak benih jagung di Minahasa. Sesuai harapan Kemtan pada petani Minahasa, agar dapat menyediakan benih Jagung Hibrida untuk Minahasa, Sulawesi Utara dari petani sendiri. Agar benar yang dihasilkan adaptif di Sulawesi Utara.

Maikel berharap, agar seperti pesan Wakil Gubernur, agar Pemkab, dapat berpihak pada kami petani. Aplagi terkait ketersediaan saprodi seperti pupuk. Agar kegiatan petani tidak terganggu, imbuhnya. Karena panen saat ini provitnya sekitar 5-6,5 ton. Dengan ketepatan adanya saprotan pendukung, pasti akan lebih baik lagi produksi benih jagung ini. Karena menurut Inventornya, dengan pemupukan optimal, produksi akan lebih baik lagi.

Dari penelusuran Humas-PPID BPTP Sulut di lokasi Panen, beberapa petani yang dapat di temui mengungkapkan bahwa: petani jagung di Remboken dan sekitarnya, mulai beraih dari petani jagung pipil dan jagung mudah, ke produksi Benih Jagung Hibrida. “awalnya kami kurang yakin, tapi karena terus didampingi baik oleh petugas juga dari pihak perusahaan. Dan saat ini kami sudah dapat melakukan sendiri”. Untuk harga lebih baik dari produksi jagung muda dan jagung pipil biasa.

Kegiatan panen, walau molor waktu yang dijadwalkan tapi petani dan para undangan terus antusias mengikuti sambil melihat-lihat penampilan jagung benih yang baik tampilannya. Pada kegiatan ini juga dihadiri oleh petani dari Kalimantan Selatan dan Kepala Dinas Pertaniannya. (#Artur11/09)

Sub Sektor : Jagung
Komoditas : Tanaman Pangan
Teknologi yang Digunakan : PRODUKSI JAGUNG HIBRIDA
www.sulut.litbang.pertanian.go.id