2020-09-12

Karouw: BPTP Siap Kawal Teknologi Produksi Benih Jagung Hibrida di Sulut

BPTP SULAWESI UTARA
...

Remboken, 11 September 2020.---Disela penantian Panen Raya Jagung Hibrida Varietas JH-37, berbasis Korporasi Petani di Desa Leleko Kecamatan Remboken kabupaten Minahasa, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kemtan), Dr.Steivie Karouw,STP.MSc., Siap kawal dan damping teknologi produksi Jagung Hibrida yang diproduksi di Sulawesi Utara.

Menurut Steivie Karouw, sebagai sumber inovasi teknologi spesifik lokasi di Sulawesi Utara, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan di Sulawesi Utara, terus berkomunikasi untuk pendampingan teknologi perbenihan ini. Tentunya, bersama Dinas Pertanian Provinsi dan gardanya serta perusahaan mitra dan petani pelaksana, agar program korporasi ini menjadi pengungkit pembangunan pertanian di Sulawesi Utara, tutur Kepala BPTP di lokasi kegiatan panen.

Masih menurut Karouw, kegiatan ini kita sudah mulai sejak lima tahun yang lalu. Bersama Balit Serealia di Maros, kita awali dengan kegiatan uji adaptasi sistim produksi benih. Di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Pandu, saat itu masih status Kebun Percobaan. Dan terus dihilirkan dibeberapa tempat seperti di daerah Minahasa, Bolmong dan Minahasa Utara. Para petani pelaksana dan penyuluh pertanian begitu antusias dan cepat mengadopsi inovasi produksi benih jagung hibrida ini.

Berita Terkait: Balitbangtan Seriusi Pengembangan Benih Unggul Jagung Basis Koorporasi...

Sebagai contoh di Minahasa, kita bekerjasama dengan penyuluh pertanian. Kita perkenalkan Jagung Hibrida Nasa dan JH-37. Ketika dikenal dan disukai varietasnya, kita produksi benihnya. Agar permasalahan petani terkait benih yang sering terhambat, dapat diatasi.

Terkait benih, cukum dinamis permasalahannya. Untuk itu, Kementerian Pertanian terus hilirkan inovasi teknologi pertanian sedekat-dekatnya dengan petani, sebagai pelaku utama. Termasuk produksi benih. Agar kita tidak menumpuk di satu daerah saja produksinya, tapi tersebar di Seluruh Indonesia (Selindo) yang berpotensi untuk itu.

Produksi benih Hibrida, tidak sama dengan produksi jagung seperti biasa dilakukan petani. Karena produksi benih ada perlakuan khusus yang harus diikuti petani sebagai produsen. Untuk itu, kita damping dan kawal teknologi produksinya agar memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan untuk produksi benih.

Tentunya, dalam kegiatan ini kita bangun komunikasi dengan mitra produsen seperti PT.Twen. dan perusahaan lain, Dinas Pertanian Provinsi, sambil kita bangun korporasi petani. Harapannya, setelah terbentuknya korporasi petani, maka petani akan secara mandiri hasilkan benih Jagung Hibrida di Sulut, tutur Srikandi Minahasa yang menakodai BPTP Sulawesi Utara. (#Artur11/09)

Sub Sektor : Jagung
Komoditas : Tanaman Pangan
Teknologi yang Digunakan : PRODUKSI JAGUNG HIBRIDA
www.sulut.litbang.pertanian.go.id